Beranda / Umum / Perkuat Kapasitas Teknik, Persatuan Insinyur Indonesia Jalin Kerjasama dengan Perhimpunan Insinyur Tiongkok

Perkuat Kapasitas Teknik, Persatuan Insinyur Indonesia Jalin Kerjasama dengan Perhimpunan Insinyur Tiongkok

Jakarta,Datatambang,- Persatuan Insinyur Indonesia (PII) terus memperkuat keterlibatan internasionalnya. Salah satunya melalui kerja sama dengan Perhimpunan Insinyur Tiongkok (CSE) lewat Program Peningkatan Kapasitas Teknik 2026 (Energy and Power). Kegiatan bersama ini diadakan di Beihai, Provinsi Guangxi, Tiongkok.

Tidak hanya dengan Indonesia, kegiatan ini juga melibatkan para profesional teknik dari Brunei Darussalam, Tiongkok, Hong Kong, India, Irak, Laos, Malaysia, Pakistan, Filipina, Rwanda, dan Suriah. Program ini juga berfungsi sebagai platform dinamis untuk pertukaran pengetahuan dan jaringan professional. Juga membangun kolaborasi internasional untuk mengatasi tantangan transisi energi, inovasi teknologi dan pembangunan berkelanjutan.

Keragaman negara peserta mencerminkan komitmen CSE untuk membina kemitraan teknik global dan mempromosikan pembelajaran bersama di berbagai wilayah dan disiplin ilmu teknik.

Zhang Yiyan, Bidang Program pada Sekretariat Perhimpunan Insinyur Tiongkok (CSE), menjelaskan bahwa program ini mencerminkan komitmen jangka panjang CSE untuk memajukan profesi teknik global melalui kerja sama internasional dan Pengembangan Profesional Berkelanjutan (CPD).

“Perhimpunan Insinyur Tiongkok (CSE) menyelenggarakan Program Peningkatan Kapasitas Teknik 2026 dengan tiga misi inti. Pertama; memperkuat pertukaran dan kerja sama internasional di bidang Teknik. Kedua: membangun platform pembelajaran bersama di mana para insinyur di seluruh dunia dapat berbagi teknologi mutakhir dan pengalaman teknik praktis. Ketiga memupuk hubungan antar individu yang lebih kuat dalam komunitas teknik global,”terangnya.

Ia menambakan; “Dengan menempatkan Pengembangan Profesional Berkelanjutan (CPD) sebagai pusat program, kami ingin membekali para insinyur dengan pengetahuan, keterampilan. Juga perspektif internasional yang dibutuhkan untuk mengatasi tantangan teknologi yang muncul sambil “menyuntikkan” momentum baru ke dalam pengembangan terkoordinasi sektor teknik global,” terang Zhang.

Delegasi PII yang hadir adalah Agus Wiramsya Oscar dan Arief Koeswanto. Agus Wiramsya Oscar dalam keterangannya menjelaskan kegiatan sepanjang empat hari. Dalam kurun waktu tersebut para peserta menghadiri serangkaian kuliah, diskusi teknis, dan pertukaran profesional  dengan beragam topik. Mulai dari pengembangan energi, sistem tenaga modern, Kecerdasan Buatan (AI), pengembangan kompetensi teknik, dan masa depan teknologi energi berkelanjutan.

Sebagai pelengkap sesi teknis, penyelenggara mengatur program pertukaran budaya yang dirancang untuk memperkuat persahabatan di antara peserta dari berbagai negara. Selama sesi interaktif yang dibuka dengan sesi perkenalan kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan tari singa tradisional Tiongkok (Barongsai), salah satu pertunjukan budaya paling ikonik di Tiongkok.

“Kegiatan ini menumbuhkan pemahaman lintas budaya, mendorong komunikasi terbuka, dan memperkuat hubungan profesional di luar ruang kelas,”terang Agus.

Peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke Pembangkit Listrik Shenhua, yang secara resmi dikenal sebagai Guoneng Guangtou Beihai Power Generation Co., Ltd. Ini salah satu pembangkit listrik tenaga batubara bersih terbesar di Provinsi Guangxi, yang terletak di Distrik Tieshangang, Beihai.

Pembangkit listrik ini memiliki kapasitas pembangkit terpasang sebesar 4 juta kilowatt (4 GW) dan menghasilkan lebih dari 20 miliar kilowatt-jam listrik setiap tahunnya. Pembangkit ini memasok sekitar seper-tujuh dari kebutuhan listrik Provinsi Guangxi. Fasilitas ini memainkan peran strategis dalam memastikan keamanan energi regional sekaligus mendukung pembangunan industri dan ekonomi.

Selama kunjungan, para delegasi menerima penjelasan komprehensif tentang unit pembangkit tenaga batubara super-kritikal, yang meningkatkan efisiensi termal sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi. Para peserta juga mempelajari tentang model operasional terintegrasi yang menghubungkan pembangkit listrik dengan fasilitas pelabuhan, batubara, dan lain-lain. Kemudian infrastruktur penyimpanan dan transportasi yang menciptakan rantai pasok bahan bakar yang sangat efisien.

Keberlanjutan lingkungan menjadi sorotan utama sepanjang kunjungan. Perwakilan dari pembangkit memamerkan implementasi teknologi desulfurisasi gas buang air laut (FGD) untuk pengendalian emisi sulfur. Ini bersamaan dengan sistem emisi ultra-rendah yang sesuai dengan standar lingkungan yang ketat. Delegasi juga mengamati penerapan platform “5G + Kecerdasan Buatan (AI)” yang memungkinkan operasi pabrik yang cerdas melalui pemantauan peralatan secara real-time, pemeliharaan prediktif, inspeksi digital, dan peningkatan keandalan operasional.

Merefleksikan pentingnya program tersebut, Delegasi PII Agus menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat kerja sama teknik antara Indonesia dan Tiongkok.

“Program ini melampaui pembelajaran teknis. Program ini menciptakan peluang bagi para insinyur dari kedua negara untuk membangun kemitraan profesional jangka panjang melalui berbagi pengetahuan, pengembangan profesional berkelanjutan, dan saling pengertian. Kami berharap PII dan CSE akan terus memperluas kolaborasi melalui partisipasi timbal balik dalam konferensi, pertukaran ahli, kelas musim panas singkat, dan inisiatif yang mendukung pengakuan bersama kualifikasi teknik antara Indonesia dan Tiongkok. Keterlibatan berkelanjutan seperti itu akan memperkuat kompetensi teknik sekaligus menciptakan peluang yang lebih besar untuk inovasi dan pembangunan berkelanjutan di kedua negara,” ungkap Oscar.

Sementara Arief Koeswanto menjelaskan sesi teknis dan kunjungan industri memberikan wawasan praktis yang berharga tentang integrasi teknologi canggih dengan pembangkit listrik berkelanjutan.

“Kunjungan tersebut menunjukkan bagaimana keunggulan operasional, pengelolaan lingkungan, dan Kecerdasan Buatan dapat berhasil diintegrasikan ke dalam operasi pembangkit listrik modern. Implementasi sistem pemantauan cerdas, pemeliharaan prediktif, dan teknologi emisi ultra-rendah menawarkan referensi berharga untuk transisi energi Indonesia sekaligus memperkaya kompetensi profesional para insinyur Indonesia,”tandas Arief.

Ke depan Arif melihat potensi signifikan untuk memperdalam kerja sama melalui lokakarya teknis bersama, kolaborasi penelitian, pertukaran mahasiswa dan insinyur muda, dan program pelatihan timbal balik yang diselenggarakan secara bergantian di Indonesia dan Tiongkok.

Partisipasi PII dalam Program Peningkatan Kapasitas Teknik 2026 (Energi dan Tenaga Listrik) mencerminkan komitmen berkelanjutan lembaga tersebut untuk memperkuat kemampuan insinyur Indonesia melalui kolaborasi internasional. Di luar perluasan keahlian teknis dan jaringan profesional, program ini menunjukkan bagaimana diplomasi teknik dapat dimajukan melalui transfer teknologi, pertukaran pengetahuan, interaksi budaya, dan rasa saling menghormati secara profesional.

Seiring Indonesia dan Tiongkok terus memperdalam kerja sama di bidang teknik, inisiatif seperti ini memberikan landasan yang kuat untuk kolaborasi di masa depan dalam inovasi, infrastruktur berkelanjutan, pengembangan energi, dan pengakuan bersama atas kualifikasi teknik, sekaligus berkontribusi pada pengembangan insinyur yang kompeten secara global dan mampu mengatasi tantangan teknologi dan keberlanjutan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *