Jakarta,Datatambang,- Tahun 2026 disongsong dengan optimisme oleh Nickel Industries Limited (NIC), perusahaan tambang nikel yang tercatat Australian Securities Exchange (ASX). Emiten berkode saham NIC ini memiliki tambang nikel lewat anak usahanya PT Hengjaya Mineralindo dan industri hilir yang memproduksi Feronikel dan HPAL.
Dalam analisis yang dipublikasikan di laman perusahaan https://nickelindustries.com/about-us/, disebutkan setidaknya ada tiga katalis positif bagi perusahaan diawal tahun 2026 ini. Ini dimulai dengan izin penjualan bijih yang ditingkatkan, pengungkapan kemitraan strategis di pabrik Excelcior Nickel Project (ENC) HPAL, dan kenaikan harga nikel dunia.
Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu produsen material presisi asal Korea Selatan, Sphere Corp., telah mengakuisisi 10% saham di pabrik ENC HPAL. Perusahaan asal Korea Selatan yang juga merupakan pemasok bagi perusahaan milik Elon Musk, SpaceX ini menggelontorkan dana sebesar US$2,4 miliar. Angka ini menunjukkan valuasi untuk target 55% saham NIC sebesar A$2,0 miliar dan dibandingkan dengan Nilai Perusahaan NIC saat ini sekitar A$5,0 miliar. NIC saat ini menguasai 55% saham di pabrik penghasil bahan baku baterai kendaraan listrik tersebut.
Produksi akan segera dimulai di pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrian Park (IWIP) akan meningkatkan produksi nikel HPAL dari tingkat produksi saat ini sekitar 8ktpa menjadi sekitar 50ktpa selama tahun 2026. Ini disebut sebagai katalis positif utama bagi NIC.
“Kami juga memperkirakan tingkat produksi bijih nikel akan meningkat dari 10 juta ton per tahun menjadi 19 juta ton per tahun selama tahun 2026. Kami memperkirakan pertumbuhan produksi, margin, dan pendapatan yang signifikan akan menyusul,”demikian analist perusahaan David Coates.
Setimen positif lainnya terkait dengan harga nikel yang mengalami rebound. Kenaikan harga ini kali ini bahkan disebut menjadi yang tertinggi dalam 14 bulan. Kenaikan harga nikel ini kemudian berimbas positif pada harga saham NIC yang telah meningkat ~27% sejak awal Desember. “, dan ini menjadi pendorong utama.
David menilai kenaikan harga nikel ini didorong oleh rencana pembatasan produksi nikel oleh Pemerintah Indonesia hingga 34% (500-600 kt Ni). Hal ini akan berdampak signifikan pada produksi global sekitar 3,6 juta ton per tahun dan kemungkinan akan diterapkan pada produsen yang lebih kecil dan berbiaya lebih tinggi daripada NIC,”tandasnya.
Sebagai informasi, Nickel Industries Limited adalah salah satu produsen nikel terbesar di dunia dan menawarkan eksposur di berbagai produk dan pasar nikel. Perusahaan terus menghasilkan uang melalui harga nikel yang rendah, mendapatkan keuntungan dari operasi hulu dan hilirnya, diversifikasi risiko, dan eksposur margin di seluruh rantai nilai terintegrasi.










