Beranda / EBT / PNRE Gandeng Mitra Asal Tiongkok Untuk Pengembangan EBT Di Indonesia

PNRE Gandeng Mitra Asal Tiongkok Untuk Pengembangan EBT Di Indonesia

Jakarta,Datatambang,-Membuka tahun 2026, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) kembali menunjukkan langkah strategisnya dalam transisi energi nasional. Kali ini Subholding PT Pertamina (Persero) yang fokus pada energi baru terbarukan ini menggandeng mitra baru. Perusahaan menandatangani nota kesepahaman bersama GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., perusahaan global di bidang energi bersih dan terbarukan asal Tiongkok.

Penandatanganan dilaksanakan pada Rabu (7/1) berlokasi di Kantor GCL Intelligent Energy, Suzhou, yang diwakili oleh John Anis sebagai Chief Executive Officer Pertamina NRE, dan Zhi Fei, sebagai Chairman of the Board of GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd.

Kerja sama ini membuka peluang pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah, energi baru dan terbarukan. Tidak hanya itu kerja sama ini juga akan menyasar ke pembangkit listrik berbasis gas di Indonesia. Semua ini merupakan bagian dari upaya bersama mendukung target penurunan emisi dan ketahanan energi nasional.

CEO Pertamina NRE John Anis menegaskan kemitraan ini sebagai langkah nyata dalam membangun ekosistem energi bersih yang berkelanjutan.

“Kolaborasi dengan GCL merupakan langkah strategis Pertamina NRE untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan pengalaman global GCL. Kemudian dipadukan dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif,” tandas John.

Sementara Fei Zhi selaku Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. mengapresiasi kunjungan dan kerja sama yang terjalin dengan Pertamina NRE.

“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global. GCL berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE. Lebih khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi, PVT,” ujar Fei Zhi.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, delegasi Pertamina NRE juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL, untuk melihat penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik terbaik dalam operasi dan manajemen proyek.

Pertamina NRE optimis kerja sama ini akan menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi teknologi serta pengembangan model bisnis energi bersih yang dapat diimplementasikan secara nyata di Indonesia dalam memperkuat peran Pertamina sebagai penggerak utama transisi energi nasional demi mencapai NZE 2060.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *