Beranda / Mineral / Rio Tinto Dan BHP Sepakat Ekstraksi 200 Juta Ton Bijih Besi Dari Dua Tambang Dekat Pilbara

Rio Tinto Dan BHP Sepakat Ekstraksi 200 Juta Ton Bijih Besi Dari Dua Tambang Dekat Pilbara

Jakarta,Datatambang,- Dua perusahaan raksasa di pertambangan Rio Tinto dan BHP menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) terkait komoditi bijih besi. Kedua perusahaan ini sepakat untuk bekerja sama mengekstraksi bijih besi dari lokasi penambangan bijih besi Yandicoogina dan Yandi yang berdekatan di Pilbara. Jumlah bijih besi yang akan diekstraksi dari kedua tambang tersebut mencapai 200 juta ton.

Dalam keterangan dijelaskan berdasarkan dua Nota Kesepahaman (MOU) yang tidak mengikat, kedua perusahaan tersebut akan menjajaki potensi. Pertama; kolaborasi dalam pengembangan deposit Wunbye milik Rio Tinto. Kemudian kedua, BHP akan memasok bijih dari endapan Yandi Lower Channel ke Rio Tinto. Selanjutnya akan diproses di pabrik pengolahan basah yang sudah ada sesuai dengan persyaratan komersial yang telah disepakati.

Peluang baru ini dibangun berdasarkan kesepakatan tahun 2023 antara Rio Tinto dan BHP untuk menambang Pilar Mungadoo. Kesepakatan ini yang akan memungkinkan penambangan bijih dari batas wilayah bersama yang sebelumnya tidak dapat diakses.

“Dengan bekerja lebih cerdas, kita dapat memanfaatkan infrastruktur yang ada dengan lebih baik untuk membuka potensi produksi tambahan dengan kebutuhan modal minimal. Bersama-sama kita akan memperpanjang masa operasional ini, menciptakan nilai tambah, dan lebih lanjut mendukung lapangan kerja di Australia Barat dan komunitas lokal.”tandas CEO Rio Tinto Iron Ore, Matthew Holcz.

Sedangkan Presiden Aset Bijih Besi BHP WA, Tim Day menyebut kesepakatan ini sebagai contoh nyata penerapan produktivitas. “Ini adalah contoh nyata produktivitas yang diterapkan – membuka peluang baru dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal. Dengan berbagi keahlian dan infrastruktur kami, kami akan menciptakan nilai baru dan memberikan manfaat bagi karyawan, mitra, pelanggan, dan komunitas kami.”ungkap Tim

Selanjutnya Rio Tinto dan BHP telah sepakat melanjutkan studi konseptual yang diikuti oleh studi perkiraan skala. Dengan syarat keputusan investasi akhir, produksi bijih pertama dari kedua deposit tersebut diperkirakan akan tersedia pada awal dekade berikutnya.

Setiap potensi implementasi akan tunduk pada persetujuan peraturan dan usaha patungan, serta keterlibatan dengan Pemilik Tradisional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *