Jakarta,Datatambang,- Gas telah digadang sebagai sumber energi pilihan dalam masa transisi. Gas dipilih karena dinilai lebih ramah lingkungan dibanding sumber energi fosil yang lain. Oleh karenanya ke depan peran gas sebagai sumber energi akan semakin penting. Pasokan gas akan turut menentukan kerahanan energi nasional.
Pertamina Hulu Energi (PHE) pun menyadari hal ini dan terus memperkuat perannya sebagai Subholding Upstream Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional. Salah satu yang dilakukan diantaranya melalui pengembangan gas bumi di tengah proses transisi energi. Gas bumi dinilai tetap memiliki peran strategis sebagai energi andal yang menjembatani kebutuhan energi nasional menuju bauran yang lebih berkelanjutan.
Peran tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional INDEF bertema “Menakar Arah Industri Gas Bumi Nasional: Refleksi Tata Kelola dan Prospek Ketahanan Energi ke Depan sesuai Kebijakan Energi Nasional”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) di Jakarta. Forum ini menjadi ruang diskusi strategis mengenai kontribusi sektor hulu migas dalam mendukung arah kebijakan energi nasional.
Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE Edi Karyanto menyampaikan bahwa PHE secara konsisten menjalankan perannya untuk memastikan ketersediaan energi nasional, khususnya gas bumi, seiring dengan pertumbuhan kebutuhan energi domestik. Meskipun struktur bauran energi terus mengalami penyesuaian, gas bumi tetap dibutuhkan secara volume untuk menopang aktivitas ekonomi dan industri.
“Kalau kita melihat kebutuhan energi ke depan, khususnya gas, volumenya masih bertumbuh. Walaupun porsinya nanti berubah, tetapi secara volume gas masih dibutuhkan, sehingga layak untuk kita mengembangkan dan menginvestasikan dana untuk memproduksi gas,” ungkap Edi.
Sebagai pengelola sekitar 27 persen wilayah kerja migas nasional dengan kontribusi signifikan terhadap produksi minyak dan gas domestik, PHE menjalankan perannya melalui berbagai strategi pengembangan, mulai dari eksplorasi, pengembangan lapangan, hingga optimalisasi teknologi. Seluruh upaya tersebut dilakukan sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Dalam konteks pengembangan gas bumi, PHE menempatkan sinkronisasi antara perencanaan suplai, kepastian demand, dan kesiapan infrastruktur sebagai bagian dari peran strategis perusahaan dalam mendukung ekosistem gas bumi nasional. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan investasi sekaligus menjaga keandalan pasokan energi.
Ke depan, PHE berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pengembangan gas bumi berjalan sejalan dengan Kebijakan Energi Nasional. Melalui peran tersebut, PHE mendukung ketahanan energi nasional sekaligus berkontribusi pada agenda transisi energi Indonesia yang berkelanjutan.
PHE juga terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip ESG, serta berkomitmen terhadap Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016 untuk memastikan seluruh proses bisnis bersih dari praktik penyuapan.










